Selasa, 18 November 2008

DEMOKRAT MAKASSAR BERI KESEMPATAN PADA CALEG MUDA

Makassar, 15/11 (ANTARA) - Partai Demokrat Makassar menaruh perhatian dan memberi kesempatan pada eksistensi caleg muda. Buktinya, 90 persen dari 58 caleg Demokrat yang akan maju di Pemilu Legislatif DPRD Kota Makassar berusia antara 21-40 tahun.

Menurut Wakil Ketua DPC Makassar Partai Demokrat, Andi Enre Cecep Lantara di Makassar, Sabtu, caleg muda diperlukan guna mengawal pembangunan Kota Makassar. Karena mereka berkarakteristik bersih dari tendensi politik dan memiliki tanggungjawab yang tinggi sebagai implementasi dari idealismenya.

Karakteristik pemuda yang bersih dan bertanggungjawab itu, katanya, sejalan dengan agenda Partai Demokrat, khususnya DPC Makassar.

"Karakteristik pemuda itu pula, yang juga kami upayakan terserap dalam Forum Caleg Muda Makassar yang akan saya bersama kawan-kawan lainnya deklarasikan minggu depan," ujarnya.

Andi Enre menyebutkan, diantara caleg muda Partai Demokrat tercatat nama Nuryanto Daeng Liwang, Suwarno, Imran Mangkona, Adi Reza Ali, Azir, Haeruddin H, H. Bakri, Haedar Madjid, Syamsuddin R, A. Januar Jaury, Adnan Ichsan yasin Limpo dan Aerin Nizar.

Dijelaskannya, caleg muda Partai Demokrat akan lebih maksimal menjadi aspirator perubahan dan pembaharuan terhadap sistem pemerintahan kota Makassar.

Sebab, caleg-caleg muda tersebut memang disiapkan untuk menjadi mesin penyerap aspirasi rakyat, sekaligus melaksanakan fungsi pengawasan terhadap regulasi-regulasi pemerintahan.

Kepercayaan partai terhadap caleg muda itu, lanjutnya, bukannya tanpa parameter. DPC telah memperhitungkan kemampuan figur yang akan diusung Partai Demokrat Makassar melalui uji kapasitas.

Mereka digembleng melalui program penguatan-penguatan sehingga siap maju dalam pemilihan Legislatif 2009 mendatang.

Dia optimistis, peluang terpilih caleg muda semakin melebar seiring dengan kebutuhan realisasi aspirasi masyarakat.

Perubahan demografi pemilih serta pola pikir demokrasi masyarakat yang semakin bisa memahami pentingnya keterwakilan politik dalam parlemen, dianggap sebagai peluang nyata yang tidak bisa dipungkiri.

"Kita berada di era dimana dunia politik dianggap sebagai suatu pesta yang sangat menarik untuk dikunjungi. Saya yakin, ketika rakyat memiliki pemahaman seperti itu, otomatis akan meningkatkan partisipasi positif mereka dalam memilih caleg muda sebagai wakilnya," katanya.

***3***(T.PK-AAT/C/F003/F003) 15-11-2008 20:48:21

Tidak ada komentar: