Minggu, 30-11-2008
PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan menyambut baik keinginan anggota FCM untuk melakukan debat terbuka. Bahkan partai yang mengaku 90 persen calegnya berasal dari kaum muda ini siap memfasilitasi debat tersebut.
"Kami siapkan tempat di media centre PKS dari manapun dia. Nanti kita tentukan penyangganya dan materi apa yang akan didebatkan," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS Kota Makassar ini.
PKS tidak menempatkan caleg mudanya untuk ikut bergabung di forum ini. Menurut Muzakkir, meski begitu mereka tetap mensupport caleg muda yang ingin berkiprah di parlemen.
"Untuk mewakili rakyat tidak harus masuk di salah satu forum. Caleg jangan hanya jual wacana, tapi bukti dan komitmen," ujar Mudzakkir.
Sumber: Tribun Timur Online
Jumat, 05 Desember 2008
Awasi Pemilu, FCM Kader 2500 Pemuda
Awasi proses pemiluForum Caleg Muda (FCM) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan melakukan pengaderan terhadap 2.500 pemuda untuk mengawasi jalannya Pemilu Legislatif 2009 mendatang.
Menurut Deklarator FCM, Mujiburrahman, ribuan pemuda itu direkrut dari jaringan yang dimiliki para calon anggota legislatif (caleg) yang tergabung dalam forum itu.
Nantinya, para kader itu akan ditugaskan mengawasi jalannya pemilihan untuk mengidentifikasi dan mencegah terjadinya kecurangan, seperti pemilih yang tidak memiliki kartu dan terjadinya pemilih ganda.
"Pengawasan itu terutama di daerah-daerah pemilihan caleg FCM. Sebagai langkah awal, ribuan pemuda itu akan dihadirkan pada deklarasi FCM yang berlangsung pada 26 November mendatang di Gedung Mulo, Makassar,'' tegas Mujiburrahman.
Dalam kegiatan itu, para caleg dan pemuda akan mendapatkan orasi politik dari para deklarator dan penyatuan komitmen di antara para caleg dan pemuda kader.
Sementara itu, Deklarator FCM lainnya, Asrul Madjid, mengatakan, langkah yang diambil FCM dengan merekrut ribuan pemuda mengawal FCM bukanlah tindakan ajang unjuk kekuatan.
Ia mengatakan, FCM hanya menginginkan Pemilu Legislatif 2009 di Sulsel menjadi pemilihan yang jujur dan berkualitas.
''Salah satu jalan agar pemilihan berjalan baik, yakni harus terus diawasi,'' katanya. Pengerahan pemuda kader, lanjut dia, juga merupakan satu bentuk optimalisasi potensi yang dimiliki para caleg yang tergabung dalam FCM.
Di tempat terpisah, pengamat politik Universitas Diponegoro, Turnomo Rahardjo, menilai kualitas caleg memang sangat ditentukan dari awal mula proses seleksi masing-masing partai politik (parpol).
Dan, bila seleksi pengawasan akan kualitas caleg kini masih seperti yang dahulu, dipastikan caleg yang nanti terpilih tak akan berkualitas.
''Akibat caleg yang dicalonkan kurang berkualitas, akan berdampak terhadap kinerja lembaga legislatif yang kurang maksimal,''
katanya.Ia menyoroti maraknya kader parpol yang dengan mudahnya 'berganti baju' atau pindah dari satu partai ke partai yang lain, demi mendapat posisi untuk dicalonkan menjadi anggota legislatif.
Menurut dia, parpol justru kini cenderung mencalonkan orang yang berasal dari luar partai atau bukan kadernya sendiri.''
Seharusnya, parpol memilih kadernya sendiri untuk dicalonkan. Oleh karena itu, parpol perlu melakukan seleksi caleg secara terbuka.'' ant
Sumber: Republika Online
Menurut Deklarator FCM, Mujiburrahman, ribuan pemuda itu direkrut dari jaringan yang dimiliki para calon anggota legislatif (caleg) yang tergabung dalam forum itu.
Nantinya, para kader itu akan ditugaskan mengawasi jalannya pemilihan untuk mengidentifikasi dan mencegah terjadinya kecurangan, seperti pemilih yang tidak memiliki kartu dan terjadinya pemilih ganda.
"Pengawasan itu terutama di daerah-daerah pemilihan caleg FCM. Sebagai langkah awal, ribuan pemuda itu akan dihadirkan pada deklarasi FCM yang berlangsung pada 26 November mendatang di Gedung Mulo, Makassar,'' tegas Mujiburrahman.
Dalam kegiatan itu, para caleg dan pemuda akan mendapatkan orasi politik dari para deklarator dan penyatuan komitmen di antara para caleg dan pemuda kader.
Sementara itu, Deklarator FCM lainnya, Asrul Madjid, mengatakan, langkah yang diambil FCM dengan merekrut ribuan pemuda mengawal FCM bukanlah tindakan ajang unjuk kekuatan.
Ia mengatakan, FCM hanya menginginkan Pemilu Legislatif 2009 di Sulsel menjadi pemilihan yang jujur dan berkualitas.
''Salah satu jalan agar pemilihan berjalan baik, yakni harus terus diawasi,'' katanya. Pengerahan pemuda kader, lanjut dia, juga merupakan satu bentuk optimalisasi potensi yang dimiliki para caleg yang tergabung dalam FCM.
Di tempat terpisah, pengamat politik Universitas Diponegoro, Turnomo Rahardjo, menilai kualitas caleg memang sangat ditentukan dari awal mula proses seleksi masing-masing partai politik (parpol).
Dan, bila seleksi pengawasan akan kualitas caleg kini masih seperti yang dahulu, dipastikan caleg yang nanti terpilih tak akan berkualitas.
''Akibat caleg yang dicalonkan kurang berkualitas, akan berdampak terhadap kinerja lembaga legislatif yang kurang maksimal,''
katanya.Ia menyoroti maraknya kader parpol yang dengan mudahnya 'berganti baju' atau pindah dari satu partai ke partai yang lain, demi mendapat posisi untuk dicalonkan menjadi anggota legislatif.
Menurut dia, parpol justru kini cenderung mencalonkan orang yang berasal dari luar partai atau bukan kadernya sendiri.''
Seharusnya, parpol memilih kadernya sendiri untuk dicalonkan. Oleh karena itu, parpol perlu melakukan seleksi caleg secara terbuka.'' ant
Sumber: Republika Online
Caleg Muda Tantang KPU Debat
Wednesday, 03 December 2008
MAKASSAR (SINDO) – Forum Caleg Muda (FCM) Sulsel dari berbagai partai politik, terus membuat gebrakan pascadeklarasinya, Sabtu (29/11) lalu.
Setelah menantang sejumlah caleg untuk berdebat, giliran KPU Sulsel jadi sasarannya. Kali ini, FCM menantang penyelenggara pemilu tersebut untuk menggelar sosialisasi pemilihan kepada warga secara intens.
”Kami menantang KPU bersama-sama melakukan sosialisasi memilih. Ini kami lakukan, sebagai wujud komitmen untuk membantu KPU mengurangi suara tidak sah,”tegas deklarator FCM Mujiburahman kemarin.
Kendati belum mendapat respons dari KPU, pihaknya akan tetap melakukan simulasi pemilihan di beberapa daerah, khususnya di Kota Makassar secara bergantian.
Dalam simulasi itu nanti, FCM akan melibatkan pemilih pemula, tokoh masyarakat dan ketua RT/RW.
”Ini kami lakukan untuk lebih menekankan kepada pemilih,bahwa Pemilu 2009 yang sangat penting adalah mencontreng nama caleg ketimbang partainya.
Sekaligus simulasi ini merupakan bagian pencerdasan pemilih,”tandas mantan Ketua Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulselbar ini.
Menurut rencana, simulasi pemilih akan dimulai akhir Desember 2008 hingga masa tenang kampanye pemilu legislatif.
Disela-sela simulasinya nanti, FCM juga akan melakukan gerakan sumbang buku bekas ke perpustakaan taman baca di setiap kelurahan, dan rumah panti asuhan.
”Gerakan sumbang buku bekas ke masing-masing taman baca atau perpustakaan adalah bagian dari perjuangan kami untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Sekaligus mempertegas,bahwa kehadiran FCM,bukan hanya untuk kepentingan politik semata,tapi berjuang juga melakukan pencerdasan,”tambah Mujiburahman yang juga caleg DPRD Makassar lewat Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK). (arif saleh)
Sumber: Sindo Sulsel
MAKASSAR (SINDO) – Forum Caleg Muda (FCM) Sulsel dari berbagai partai politik, terus membuat gebrakan pascadeklarasinya, Sabtu (29/11) lalu.
Setelah menantang sejumlah caleg untuk berdebat, giliran KPU Sulsel jadi sasarannya. Kali ini, FCM menantang penyelenggara pemilu tersebut untuk menggelar sosialisasi pemilihan kepada warga secara intens.
”Kami menantang KPU bersama-sama melakukan sosialisasi memilih. Ini kami lakukan, sebagai wujud komitmen untuk membantu KPU mengurangi suara tidak sah,”tegas deklarator FCM Mujiburahman kemarin.
Kendati belum mendapat respons dari KPU, pihaknya akan tetap melakukan simulasi pemilihan di beberapa daerah, khususnya di Kota Makassar secara bergantian.
Dalam simulasi itu nanti, FCM akan melibatkan pemilih pemula, tokoh masyarakat dan ketua RT/RW.
”Ini kami lakukan untuk lebih menekankan kepada pemilih,bahwa Pemilu 2009 yang sangat penting adalah mencontreng nama caleg ketimbang partainya.
Sekaligus simulasi ini merupakan bagian pencerdasan pemilih,”tandas mantan Ketua Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulselbar ini.
Menurut rencana, simulasi pemilih akan dimulai akhir Desember 2008 hingga masa tenang kampanye pemilu legislatif.
Disela-sela simulasinya nanti, FCM juga akan melakukan gerakan sumbang buku bekas ke perpustakaan taman baca di setiap kelurahan, dan rumah panti asuhan.
”Gerakan sumbang buku bekas ke masing-masing taman baca atau perpustakaan adalah bagian dari perjuangan kami untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Sekaligus mempertegas,bahwa kehadiran FCM,bukan hanya untuk kepentingan politik semata,tapi berjuang juga melakukan pencerdasan,”tambah Mujiburahman yang juga caleg DPRD Makassar lewat Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK). (arif saleh)
Sumber: Sindo Sulsel
FCM Tantang Para Caleg Berdebat
Makassar, Tribun - Anggota Forum Caleg Muda (FCM) Sulawesi Selatan menantang semua kandidat calon legislatif (caleg) untuk berdebat di forum terbuka sebelum pemilihan legislatif dimulai.
"Kalau ada yang mau fasilitasi debat caleg, kami pasti siap," kata Mujiburrahman, salah seorang deklarator FCM Sulsel dari Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Kota Makassar di Warung Kopi IDE, Jl Sungai Saddang, Sabtu (29/11).
Seluruh anggota FCM yang terdiri dari caleg muda dari sejumlah partai politik (parpol) ikut juga menyatakan kesiapannya untuk berdebat soal visi dan misi mereka sebagai caleg.
Forum ini terdiri dari 26 orang anggota dari enam partai dan seorang calon anggota dewan perwakilan daerah (DPD). Beberapa caleg yang bergabung di FCM berasal dari Partai Demokrat, Partai Persatuan Daerah, Partai Demokrasi Kebangsaan, Partai Damai Sejahtera, Partai Bulan Bintang, dan Partai Matahari Bangsa (PMB).
Forum ini resmi dideklarasikan di Warkop IDE, kemarin dengan simbol pelepasan seekor burung merpati ke udara.
Menurut Mujiburrahman, mereka mendeklarasikan forum ini untuk mematangkan konsep dan memanfaatkan tenaga muda yang terdapat di masing-masing partai politik peserta pemilu.
Anggota FCM lainnya, Riswan dari PMB, mengatakan, mereka akab lebih banyak melibatkan pemuda jika kela terpilih sebagai anggota DPRD. "Kalau perlu kami akan sisihkan 20 persen gaji untuk pemberdayaan pemuda," ujarnya.
Asrul Majid dari PPD, berharap dengan terbentuknya FCM, pemilih tidak lagi memilih kucing dlam karung. Forum ini mentargetkan 70 persen caleg yang terpilih di parlemen nanti berasal dari kaum muda.
Sumber: Tribun Timur
"Kalau ada yang mau fasilitasi debat caleg, kami pasti siap," kata Mujiburrahman, salah seorang deklarator FCM Sulsel dari Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Kota Makassar di Warung Kopi IDE, Jl Sungai Saddang, Sabtu (29/11).
Seluruh anggota FCM yang terdiri dari caleg muda dari sejumlah partai politik (parpol) ikut juga menyatakan kesiapannya untuk berdebat soal visi dan misi mereka sebagai caleg.
Forum ini terdiri dari 26 orang anggota dari enam partai dan seorang calon anggota dewan perwakilan daerah (DPD). Beberapa caleg yang bergabung di FCM berasal dari Partai Demokrat, Partai Persatuan Daerah, Partai Demokrasi Kebangsaan, Partai Damai Sejahtera, Partai Bulan Bintang, dan Partai Matahari Bangsa (PMB).
Forum ini resmi dideklarasikan di Warkop IDE, kemarin dengan simbol pelepasan seekor burung merpati ke udara.
Menurut Mujiburrahman, mereka mendeklarasikan forum ini untuk mematangkan konsep dan memanfaatkan tenaga muda yang terdapat di masing-masing partai politik peserta pemilu.
Anggota FCM lainnya, Riswan dari PMB, mengatakan, mereka akab lebih banyak melibatkan pemuda jika kela terpilih sebagai anggota DPRD. "Kalau perlu kami akan sisihkan 20 persen gaji untuk pemberdayaan pemuda," ujarnya.
Asrul Majid dari PPD, berharap dengan terbentuknya FCM, pemilih tidak lagi memilih kucing dlam karung. Forum ini mentargetkan 70 persen caleg yang terpilih di parlemen nanti berasal dari kaum muda.
Sumber: Tribun Timur
Langganan:
Postingan (Atom)








