Jumat, 21 November 2008

FCM Inginkan Pemilu Berkualitas

Friday, 21 November 2008

MAKASSAR (SINDO) – Forum Caleg Muda (FCM) Sulsel menginginkan penyelenggara Pemilu 2009 sebagai pesta demokrasi lima tahunan yang berkualitas, guna mendapatkan wakil rakyat terbaik.

Deklarator FCM Mujiburahman menegaskan, pihaknya akan mengerahkan segala potensi untuk mengawasi penyelenggaraan pemilu, seperti pembagian kartu pemilih dan suara ”siluman”.

”Kami akan mengawal terciptanya proses pemilu yang berkualitas.Karena itu, segala potensi akan kami kerahkan mengawasi potensi kecurangan maupun kesalahan. Seperti yang terjadi di pilkada, mengenai banyaknya warga tidak menerima kartu pemilih serta pemilih ganda,”ungkap politikus muda Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Kota Makassar ini, kemarin.

Sebagai langkah awal, pihaknya akan mengumpulkan sekitar 2.000 pemuda dari jaringan masing-masing FCM saat deklarasi bersama di Gedung Mulo,Rabu (26/11).

”Sekaligus kami ingin mempertegas keberadaan pemuda yang sudah pantas duduk di legislatif, ”katanya.

Selain itu, FCM dari berbagai caleg lintas partai politik akan membacakan naskah kesepakatan bersama, sebagai bentuk kontrak politik dengan warga apabila terpilih.

Naskahtersebut, diantaranya berjanji tidak akan melakukan korupsi atau menerima suap serta siap mengalokasikan gajinya sebanyak 20% untuk peningkatan SDM pemuda. Setelah deklarasi, FCM akan difokuskan menggelar sejumlah kegiatan. (arif saleh)

Caleg PPP Bersumpah Tidak Korupsi

Monday, 17 November 2008

MAKASSAR(SINDO) – Setelah membaiat sejumlah kadernya yang mencalonkan diri sebagai legislatif di tingkat DPR dan DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel, akan melakukan sumpah bersama dengan calegnya di tingkat kabupaten/ kota untuk tidak melakukan korupsi.

”Khusus calon legislatif (caleg) di tingkat kabupaten, itu akan disumpah secara bersamaan saat pembekalan caleg se-Sulsel. Harinya, kami masih lihat dengan waktu para DPC.Kemungkinan, kami akan lakukan pada Desember 2008,” ujar Ketua DPW PPP Sulsel Amir Uskara kepada SINDO,tadi malam.

Amir yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa ini menambahkan, sumpah antikorupsi tersebut tidak ada hubungannya dengan strategi partainya untuk mendongkrak perolehan suaranya saat pemilu legislatif nanti.Sebab, tindakan yang dilakukan ini murni komitmen internal partai berlambang Kakbah ini,untuk mempertegas sikap partainya sejak awal.

”Jadi ini perlu diluruskan bahwa apa yang kami lakukan bukan jualan politik untuk menarik dukungan warga. Namun, ini murni komitmen internal kami, sebagai platform awal terus menjaga idealisme dan moralitas,”jelas Amir.

Dia mengaku, langkah tersebut dilakukan pihaknya agar ke depannya, kader PPP tidak ada yang tersandung kasus korupsi atau menerima suap. Berdasarkan pengamatannya, banyak figur yang awalnya mempunyai idealisme tinggi, tetapi ketika masuk dalam satu partai,biasanya luntur akibat tidak adanya kesepakatan awal di internal partainya.

”Ini juga merupakan bentuk antisipasi sedini mungkin untuk terus mempertahankan idealisme dan moralitas kader. Jadi, sekali lagi ini tidak ada hubungannya dengan jualan politik,”tandasnya.

Sekadar diketahui, jelang Pemilu 2009,tema antikorupsi laris digunakan sejumlah partai dan caleg guna meraih simpati warga. Bahkan, beberapa orang yang tergabung dalam Forum Caleg Muda (FCM) Sulsel, secara khusus melakukan penandatanganan bersama untuk tidak melakukan korupsi. Bila terbukti, gabungan caleg lintas partai itu akan mundur dari jabatannya sebagai anggota Dewan. (arif saleh)