MAKASSAR--Dikotomi calon anggota legislatif (caleg) tua dan muda mulai menguat. Senin, 10 November malam tadi, sejumlah tokoh pemuda mendeklarasikan Gerakan Caleg Muda Makassar. Acara itu berlangsung di Kafe Ide, Jl Sungai Saddang Baru, Makassar.
Beberapa caleg yang menjadi deklarator gerakan ini antara lain Mujiburrahman B (Partai Demokrasi Kebangsaan), Andi Endre Cecep Lantara (Partai Demokrat), Muhammad Hasrul Majid (Partai Persatuan Daerah), dan Chandra Putra (calon anggota DPD RI).
Salah seorang deklarator Mujiburrahman, mengatakan salah satu kriteria caleg muda adalah mereka yang berusia maksimal 40 tahun.
Di seluruh Makassar, jumlah caleg yang masuk kriteria ini sangat besar. Ini dinilai sebagai sebuah potensi besar.
"Kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa para caleg muda itu memiliki kapasitas yang tidak kalah dibandingkan para senior. Bahkan, caleg muda lebih potensial sehingga harus diberi kesempatan yang lebih besar," katanya.
Mujiburrahman menambahkan, perubahan hanya mungkin dilakukan dengan memberi kepercayaan kepada para pemuda. Dia juga mengatakan bahwa pemuda lebih cepat beradaptasi dengan masyarakat sehingga aspirasi masyarakat lebih bisa diserap.
"Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa para caleg muda itu bukan sekadar pelengkap kuota. Kami hadir karena kami merasa punya potensi dan kapasitas. Makanya, kami berharap dukungan masyarakat," lanjutnya.
Pada deklarasi malam tadi, sejumlah deklarator membahas langkah-langkah strategis untuk menggolkan ide-ide mereka.
Salah satu tujuan dari gerakan ini adalah mendudukkan sebanyak mungkin orang muda di lembaga legislatif periode 2009-2014.
Caleg muda lainnya yang cukup menonjol adalah Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo dari Partai Demokrat. Putra Bupati Gowa itu kini memimpin sejumlah organisasi, antara lain Pengprov Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Sulsel. (sap)
Selasa, 18 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar