kabarpemilu.com - Senin, 17 November 2008
Sulawesi Selatan, 17/11 -- Tingkat kepercayaan rakyat kepada calon legislatif semakin rendah, karena dinilai gampang disuap serta lemahnya penegakkan hukum.
Deklarator Forum Caleg Muda (FCM) Makassar Asrul Majid mengatakan, dalam waktu dekat tepatnya 26 November 2008 FCM Makassar akan dideklarasikan untuk menegaskan komitmen para calon legislatif (caleg), agar menolak suap bila kelak duduk di kursi legislatif.
Asrul Majid, caleg muda Partai Persatuan Daerah (PPD) Makassar mengatakan, pemuda identik dengan loyalitas kepada siapa saja untuk menegakkan integritas. Dengan semangat yang patriotis, caleg muda akan menjalankan moralitas di dalam lembaga legislatif.
“Bila terpilih nanti, maka ada satu jalan yang harus dtempuh, yaitu mengampanyekan moral dan etika berpolitik,” ungkapnya.
Menurutnya, pada pemilu 2009 nanti, pemuda Makassar akan memilih caleg muda yang berpotensial dan mempunyai gagasan serta masukan untuk Pemerintah Kota Makassar bukan menerima proyek yang selama ini banyak caleg yang ingin mendapatkan pekerjaan dari hasil KKN.
Aspirasi rakyat menjadi prioritas penyelesaian masalah. Hal itu dikarenakan banyak warga yang tidak bekerja untu menghasilkan makanan. Melihat hal tersebut, para caleg muda tidak akan tinggal diam melihat keterburukan generasi muda Makassar yang gampang diasut dan gampang berkelahi antar kelompok.
“Guna mengantisipasi semuanya ini, sebagian gaji kami di legislatif akan disumbangkan 20 persen kepada pemuda Makassar,” tandasnya.
Selain itu caleg muda dari Partai Demokrasi Kebangsaan Mujiburrahman mengatakan, gaji 20 persen tersebut tidak sekedar diberikan beigut saja, dikhawatirkan warga akan menjadi manja.
“Akan kami berikan pelatihan, seperti bengkel motor, dan latihan sablon. Bagi kaum perempuan akan diberikan pelatihan salon kecantikan dan kursus menjahit,” kata Mujiburrahman.
Dikatakan Mujiburrahman, pernyataan siap tidak korupsi harus ditanamkan dalam diri masing-masing. “FCM Makassar bukan malaikat, tetapi manusia yang tidak luput dari kesalahan dan keihlafan,” ucapnya.
Lanjut Asrul, penyusunan APBD diutamakan kepentingan rakyat bukan kepentingan perseorangan atau kepentigan eksekutif. Transparansi keuangan akan ditanyakan setiap instansi. Keperluan-keperluan yang tidak jelas akan ditolak mentah-mentah.
“Pertanggungjawaban eksekutif diminta untuk dipublikasikan ke Koran, agar masyarakat bisa mengetahuinya,” tandasnya.
Mujiburrahman menambahkan, bila tidak terpilih, maka akan menjadi oposan atau mengkritisi kegiatan penyelenggaraan Eksekutif dan legislative untuk memantau jalannya pemerintahan, sehingga kegiatan Pemerintah bisa berjalan dengan baik.
Deklarator FCMitu bernama, Andi Enre Cecep Lantara (Caleg Partai Demokrat) Mujiburrahman (PDK), Asrul Majid (PPD),Chandra Putra (DPD RI). Sementara caleg muda yang ikut bergabung, masing-masing Muh Jupran (PDK), Rayu(PDK), Rini Sapitri(PDK), Irwan AR (PMB), Sitti Fatimah (PMB), Sanusi Ramadhan (PMB), Dahlan Gage (PMB), Hendra putra (PDS), A.Basri Esa (PPD), A.Sulolipu (PPD), Muh.Faisal (PPD). Astika Rasyid (PPD), Reski Amalia (PPD), Ir Rapiuddin (PBB), dan Abd Mahfud (PBB).
09/jar/kp010
Sabtu, 22 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar